Ketakutan Biseksual: Menjelajahi Eliminasi Biseksual dan Cara Menjadi Sekutu yang Lebih Baik
Biphobia tampaknya menjadi kenyataan yang tak terhindarkan dalam masyarakat kita, dan bahkan di dalam komunitas LGBTQ+, beberapa orang memilih untuk mengabaikan keberadaan "B". Fenomena ini, yang dikenal sebagai penghapusan biseksual, tidak hanya mengabaikan keberadaan orang-orang biseksual, tapi juga menyebabkan kerugian yang nyata bagi mereka. Festival Coachella tahun ini, di mana penyanyi biseksual Ludmilla dan istrinya berciuman di atas panggung, telah menghidupkan kembali perdebatan tentang makna biseksualitas.
Ludmilla tidak hanya menjadi orang Afro-Latin pertama yang tampil di panggung utama Coachella, sebuah pencapaian yang signifikan, namun juga menantang stereotip biseksualitas. Namun, persepsi masyarakat tentang biseksualitas masih penuh dengan kesalahpahaman dan prasangka. Alih-alih mengakui keberadaan biseksualitas, beberapa orang percaya bahwa hal ini harus dilihat sebagai masa transisi atau memaksa biseksual untuk memilih antara heteroseksualitas dan homoseksualitas.
Prasangka ini tidak hanya ditemukan di komunitas heteroseksual, tetapi bahkan di dalam komunitas LGBTQ+. Beberapa orang percaya bahwa biseksual adalah "straight" ketika mereka menjalin hubungan heteroseksual, atau bahwa mereka secara eksklusif homoseksual ketika mereka berpacaran dengan sesama jenis, sehingga mengabaikan ketertarikan yang dimiliki biseksual terhadap kedua jenis kelamin. Penghapusan biseksual semacam ini tidak hanya merugikan identitas biseksual, tetapi juga menciptakan lebih banyak hambatan bagi mereka dalam mencari dukungan dan sumber daya.
Bahaya penghapusan biseksual tidak hanya terletak pada dampaknya terhadap individu, tetapi juga pada bagaimana hal tersebut memperkuat ketidaksetaraan kesehatan bagi komunitas biseksual. Menurut GLAAD, kaum biseksual lebih mungkin mengalami kecemasan dan depresi dibandingkan dengan heteroseksual dan homoseksual, dan mereka memiliki tingkat diagnosis penyakit menular seksual yang lebih tinggi dan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi. Kesenjangan kesehatan ini sebagian disebabkan oleh fakta bahwa biseksual sering diabaikan ketika mereka mencari bantuan.
Dalam hal ini, bagaimana seharusnya kita, sebagai masyarakat, menghilangkan penghapusan biseksual? Pertama-tama, kita perlu mengakui keberadaan biseksual dan menghormati identitas mereka. Ketika kita mendengar biphobia, kita harus angkat bicara dan menunjukkan bahwa hal itu salah. Kita juga harus menahan diri untuk tidak menggunakan stereotip untuk mendeskripsikan biseksual dan menerima definisi orang tentang siapa mereka.
Yang terpenting, kita perlu menciptakan lingkungan yang inklusif di mana semua orang, terlepas dari orientasi seksual mereka, merasa diterima dan dihormati. Hal ini berarti mempromosikan pemahaman positif tentang biseksualitas di sekolah, tempat kerja dan komunitas, serta menyediakan dukungan dan sumber daya yang diperlukan. Hanya dengan bekerja sama, kita dapat benar-benar menghapus penghapusan biseksualitas dan menciptakan dunia yang adil bagi semua orang.
